BIPOL.ID, KOTA CIMAHI - Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Kesehatan
menggelar kegiatan skrining Tuberkulosis (TB) bagi pegawai pemerintah daerah
sebagai bagian dari upaya meningkatkan penemuan kasus serta pengendalian
penyakit menular tersebut di lingkungan kerja di Aula Gedung B Kompleks
Perkantoran Pemerintah Kota Cimahi, Senin (16/3).
Skrining ini menyasar sebanyak 100 pegawai dari lingkungan
Dinas Kesehatan serta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota
Cimahi. Pemeriksaan dilakukan melalui penjaringan gejala Tuberkulosis yang
dilaksanakan secara paralel dengan pemeriksaan klinis serta pemeriksaan
menggunakan perangkat portable X-ray guna mendukung deteksi dini kasus TB.
Dari total peserta yang mengikuti skrining, sebanyak 50
orang tercatat sebagai kontak erat dengan pasien Tuberkulosis. Mereka telah
mendapatkan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) sebagai langkah pencegahan
untuk menekan risiko berkembangnya infeksi menjadi TB aktif.
Skrining yang dilaksanakan ini menjadi bagian dari strategi
Active Case Finding (ACF), yakni pendekatan penemuan kasus secara aktif dengan
menjangkau kelompok masyarakat di berbagai lingkungan, termasuk tempat kerja.
Melalui strategi ini, diharapkan kasus TB dapat ditemukan lebih cepat sehingga
penanganan dan pengobatan dapat segera dilakukan sesuai standar.
Dalam kegiatan tersebut, pegawai yang terindikasi memiliki
gejala Tuberkulosis akan diarahkan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan sesuai
prosedur yang berlaku. Selain sebagai upaya deteksi dini, kegiatan ini juga
menjadi sarana edukasi bagi pegawai mengenai gejala TB, langkah pencegahan,
serta pentingnya menjalani pengobatan secara tuntas.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Mulyati, menegaskan
bahwa skrining di lingkungan kerja merupakan langkah strategis untuk memperluas
cakupan penemuan kasus TB.
“Deteksi dini tidak hanya dilakukan di fasilitas pelayanan
kesehatan, tetapi juga perlu diperluas ke berbagai lingkungan, termasuk tempat
kerja. Melalui skrining ini, kasus TB diharapkan dapat ditemukan lebih cepat
sehingga pengobatan dapat segera dilakukan dan penularan dapat dicegah,”
ujarnya.
Pengendalian TB tidak hanya penting dalam konteks penanganan
penyakit menular, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendukung
peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Upaya penanggulangan TB yang efektif dinilai menjadi salah
satu bagian penting dalam menyiapkan generasi yang sehat, produktif, dan
berkualitas dalam menyongsong visi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas
2045.
Selain pemeriksaan
TB, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan layanan cek kesehatan gratis bagi
para peserta. Pemeriksaan meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan,
lingkar perut, pemeriksaan kadar gula darah dan kolesterol, serta konsultasi
kesehatan terkait faktor risiko penyakit tidak menular, khususnya diabetes
melitus dan hipertensi.
Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara
program pengendalian penyakit menular dan program pencegahan penyakit tidak
menular di Dinas Kesehatan Kota Cimahi. Pendekatan tersebut dilakukan untuk
menghadirkan layanan kesehatan yang lebih komprehensif bagi aparatur di
lingkungan pemerintah daerah.
Dinas Kesehatan Kota Cimahi juga merencanakan kegiatan
skrining lanjutan yang akan dilaksanakan pada 30 dan 31 Maret 2026 dengan
sasaran pegawai di perangkat daerah lainnya. (dero)