BIPOL.ID, KAB.SUMEDANG - DPRD menggelar rapat paripurna penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Sumedang Tahun Anggaran 2025 di gedung DPRD, Jumat 27 Maret 2026.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan nota pengantar dan menyerahkan dokumen LKPj setebal 1.527 halaman ke pimpinan DPRD. Bupati memaparkan capaian kinerja selama satu tahun anggaran sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada legislatif. Penyampaian LKPj ini merupakan bagian dari kewajiban konstitusional yang harus dilaksanakan setiap tahun.
Tema pembangunan Kabupaten Sumedang Tahun 2025, Ekonomi Daerah Yang Tangguh Inklusif dan Berkelanjutan. "Penetapan tema tersebut sebagai upaya untuk pencapaian target pembangunan yang tertuang pada Rencana Pembangunan Daerah Tahun 2024/2026," katanya.
Arah kebijakan pembangunan Kabupaten Sumedang pada tahun 2025, tetap mengupayakan pencapaian target-target indikator makro pembangunan. Yaitu Peningkatan indeks pembangunan manusia. Penurunan prosesntase penduduk miskin. Penurunan persentase tingkat pengangguran terbuka. Percepatan laju pertumbuhan ekonomi. Peningkatan PDRB per kapita. Penurunan Indeks Gini Rasio. “Setiap program dan kegiatan pada perangkat daerah harus diarahkan dan bersinergi dalam upaya pencapaian target-target pembangunan tahun 2025,” kata Bupati Dony.
Menurutnyap, tahun 2025 ada tiga prioritas pembangunan. Pertama, ketahanan dan pertumbuhan ekonomi daerah dengan infrastuktur wilayah yang berkualitas. Kedua, peningkatan kualitas SDM yang unggul, produktif dan berdaya saing. Ketiga, penguatan digitalisasi tata kelola pemerintahan untuk mewujudkan birokrasi yang dinamis, efektif, efisien dan berdampak.
Bupati Dony menjelaskan, capaian Indikator Makro Pembangunan Tahun 2025. Indeks Pembangunan Manusia (IPM)mengalami pengingkatan dari 74.57 poin pada tahun 2024 menjadi 75.5 poin pada tahun 2025t. “Menurut data Geo Pusat Statistik. Capaian ini melampui target yang ditetapkan pada tahun 2025 yaitu sebesar 74,77 poin," jelasnya.
Persentase penduduk miskin di Sumedang mengalami penurunan dari 9.1 menjadi 8.8. "Menurun 0.29 persen mencapai target yang ditetapkan yaitu 9.09 sampai 8.23 persen. Tingkat Pengangguran Terbuka berhasil ditekan dari 6.16 menjadi 6.08," kata Dony.
Bupati Dony menjelaskan, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) di tahun 2025 mengalami kenaikan yang cukup tajam dari 4.05 menjadi 5.48 tahun
2025.
"Meningkat 1.43 persen, di atas LPE nasional dan provinsi. Ini tentunya tantangan ke depannya karena best linenya 5.48 akan dibandingkan dengan capaian 2026 sekarang. Jadi PDRB 2026 akan dibandingkan dengan 2025. Tahun 2026 ini tantangan karena best linenya tinggi 5.48," kata Dony
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita atas dasar harga berlaku (ADHB) mengalami kenaiikan dari Rp 39,70 juta tahun 2024 menjadi Rp 42,65 juta pada tahun 2025.
"Tumbuh 2.95 persen. Capain ini melampui batas target yang ditetapkan pada Tahun 2025. Yaitu sebesar Rp 39,55- 41,74 juta,” jelasnya.
Realisasi Gini Ratio di Kabupaten Sumedang naik 0,04 poin. Dari 0.337 poin tahun 2024 menjadi 0.377 poin tahun 2025.
"Inilah tantangan sebagian besar indikator makro cukup bagus naik. Untuk Gini Ratio naik. Jadi menggambarkan kesenjangan jangan sampai pertumbuhan dinikmati menengah ke atas," katanya.***