BIPOL.ID, KOTA CIMAHI - Pemerintah Kota Cimahi menggelar peringatan Nuzulul
Qur’an 1447 Hijriah tingkat Kota Cimahi pada Jumat (6/3) di Masjid Agung Kota
Cimahi. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri unsur Forkopimda,
perangkat daerah, instansi vertikal, ulama, pimpinan pondok pesantren, serta
berbagai unsur masyarakat lainnya.
Peringatan Nuzulul Qur’an menjadi salah satu momentum
penting bagi umat Islam untuk kembali menghayati nilai-nilai yang terkandung
dalam Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Suasana religius terasa sejak awal
kegiatan, di mana para jemaah yang hadir bersama-sama mengikuti rangkaian acara
dengan penuh kekhusyukan.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia
Yudisthira, menyampaikan bahwa malam 17 Ramadan memiliki makna istimewa dalam
sejarah Islam. Malam tersebut diperingati sebagai momen turunnya wahyu pertama
kepada Nabi Muhammad SAW, yaitu Surah Al-A’laq ayat 1–5.
“Malam 17 Ramadhan, itu adalah malam spesial yaitu dimana
dalam sejarah diturunkannya Wahyu pertama kepada Baginda kita Nabi Muhammad SAW
dengan turunnya surat Al-A’laq ayat 1-5,” ujarnya.
Menurutnya, peringatan Nuzulul Qur’an tidak hanya menjadi
momentum untuk mengenang peristiwa turunnya Al-Qur’an, tetapi juga sebagai
pengingat bagi umat Islam untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam
kehidupan sehari-hari.
“Tadi saya juga mengajak bersama-sama jemaah di Masjid Agung
untuk sama-sama berdoa dengan doa khotmil Qur’an itu sebagai reminder,
pengingat bagi kita semua bahwa Al-Qur’an itu harus dijadikan referensi kita di
dalam melaksanakan kegiatan kehidupan sehari hari, seperti itu,” katanya.
Ia menambahkan, peringatan Nuzulul Qur’an tahun ini yang
menghadirkan tausiyah dari K.H. MD Ubaydillah AB. juga memiliki makna khusus
bagi Pemerintah Kota Cimahi, yang dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kota Cimahi
menghadirkan Juru Bahasa Isyarat (JBI), sehingga pesan-pesan keagamaan dapat
diakses oleh penyandang disabilitas, khususnya teman tuli.
“dan yang spesial lagi di dalam malam Nuzulul Qur’an kali
ini dan ini pasti harus menjadi percontohan bagi daerah-daerah lain bahwa kami
pemerintah kota Cimahi berkomitmen untuk membawa terus kota Cimahi menuju kota
yang inklusif.”
Langkah tersebut menjadi simbol komitmen Pemerintah Kota
Cimahi untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat memiliki kesempatan yang
sama dalam mengikuti kegiatan keagamaan dan sosial di ruang publik.
“Hari ini dakwah dan sambutan didampingi oleh JBI atau Juru
Bahasa Isyarat ini pertama kali bagaimana dakwah disampaikan juga kepada
teman-teman penyandang disabilitas salah satunya adalah teman tuli,” jelasnya.
Menurut Adhitia, kehadiran juru bahasa isyarat dalam
kegiatan keagamaan juga menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam menjunjung tinggi
keterbukaan serta menghargai keberagaman kondisi masyarakat.
“nah ini merupakan simbol bahwa peringatan Nujulul Qur’an
itu bukan hanya sekedar persoalan mengingat kapan Al-Qur’an diturunkan
bagaimana mengimplementasikan bahwa Al-Qur’an itu dan Islam adalah agama dan
kitab yang inklusif untuk siapapun juga sangat toleran bagi siapapun,”
tuturnya.
Melalui peringatan Nuzulul Qur’an ini, Pemerintah Kota
Cimahi berharap masyarakat tidak hanya memperingati peristiwa turunnya
Al-Qur’an secara seremonial, tetapi juga semakin memperkuat komitmen untuk
mengamalkan ajaran-ajarannya dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkup
keluarga, lingkungan sosial, maupun dalam kehidupan bermasyarakat yang lebih
luas. (dero).