BIPOL.ID, KAB BANDUNG - SDN Sekarwangi, Soreang, Kabupaten Bandung belakang didera isu tak sedap. Yakni berkembangnya dugaan guru fiktif yang diduga melibatkan Kepala SDN Sekarwangi berinisial J. Bahkan J diduga telah melakukan sejumlah penyelewengan dan menggunakan wewenangnya untuk kepentingan pribadi.
Sejumlah sumber yang enggan disebut namanya, mengakui, penyelewengan yang diduga dilakukan J di antaranya selain soal guru fiktif juga dituding telah melakukan bisnis di sekolah bersangkutan, yaitu melakukan penjualan kaos tanpa izin pihak Dinas Pendidikan. "Padahal tindakan tersebut melanggar peraturan," kata sumber tersebut, saat ditemui di Soreang, Selasa (19/5/2026).
Selain itu, yang paling mencolok, katanya, adalah adanya dugaan guru fiktif. Sumber menyebutkan, di SDN Sekarwangi ini diduga ada guru fiktif berstatus ASN (Aparatur Sipil Negara) namanya ada dan menerima gaji serta tunjangan, tetapi orangnya tidak ada.
Menurut sumber tadi, dalam setiap menerima gaji terhadap guru fiktif tersebut diduga mengalir ke kepala sekolah, berupa cashback 40 persen yang harus diberikan kepada J.
Dengan adanya desas desus kasus tersebut, kata sumber, membuat para guru yang biasa mengajar di SDN ini merasa tidak nyaman. Sehingga muncul keinginan agar Kepala Sekolah SD Sekarwangi dipindah tugaskan.
Atas ketidaknyamanan terhadap kepala sekolah itu, sedikitnya sembilan guru mewakili guru lainnya pada tanggal 13 Februari 2025 mereka melakukan audensi ke Komisi D DPRD Kabupaten Bandung. Audiensi dilakukan para guru guna menyampaikan keluhan, terutama minta dewan memfasilitasi pengajuan permohonan rotasi Kepala Sekolah SD Sekarwangi Soreang , Hj. Juariah, S.Pd., M M.
"Namun, yang semula ada harapan untuk dipindahtugaskan, karena audensi tersebut mendapat respon baik dari beberapa pihak dan menilai kinerja Kepsek tidak baik, namun ternyata Kepsek SD Sekarwangi tetap bertahan," ucap sumber.
Ketika dikonfirmasikan beberapa kali melalui WatsApp pribadinya, Kepala Sekolah SDN Sekarwangi Hj Juariah S.Pd. m.M, tidak memberikan tanggapan. Begitu juga ketika didatangi ke sekolah SDN Sekarwangi, yang bersangkutan, sedang tidak ada di tempat. Menurut salah seorang guru dan penjaga sekolah, kepala sekolah sedang ke luar. "Baru saja keluar," ucapnya singkat.
Begitu pula ketika hal ini dikonfirmasi kepada Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bandung, Tatang Kusnawan, SE., M.IP., menurut petugas Satpam, ia sedang acara di luar. Sedangkan Kepala Bidang di BKPSDM juga tidak bisa ditemui, karena kata petugas jaga, akan ada rapat.(Ads)