Advertisement
03
MEI 2026 04:20 WIB
OLAH RAGA 3,000 Kali Dilihat

Dilaporkan Tuduhan Rasisme, Manajemen Persib dan Marc Klok Sampaikan Bantahan Resmi

Dedy

Dedy

Penulis

Dilaporkan Tuduhan Rasisme, Manajemen Persib dan Marc Klok Sampaikan Bantahan Resmi
Kapten Persib Marc Klok dan bomber Bhayangkara FC Henry Doumbia. Foto: Istimewa

BIPOL.ID, BANDUNG - Kemenangan Persib atas Bhayangkara FC dengan berkahir 0-4 pada laga pekan ke-30, di Stadion Sumpah Pemuda, sa Bandar Lampung, Kamis, 30 April 2026, di cederai dengan isu rasisme.

Bahkan kemenangan secara dramatis itu harus berbuntut panjang. Kapten Persib Marck Klok dituduh rasisme terhadap pemain Bhayangkara FC Henri Doumbia.

Tak cukup di situ, Manajemen The Guardians ini secara resmi melaporkan kapten Persib, Marc Klok, ke Komite Disiplin (Komdis) PSSI atas dugaan tindakan rasisme terhadap bomber asing mereka, Henry Doumbia.

Menanggapi tuduhan tindakan rasisme yang diarahkan kepada pemain sekaligus kapten tim Persib, Marc Klok, Manajemen Persib dan Marc Klok sendiri langsung membantah tuduhan yang dinilai tidak benar itu.

Sebagai klub sepak bola profesional, tegasnya, Persib tidak mentolerir segala bentuk tindakan rasisme dalam kondisi apa pun. Persib juga memiliki tanggung jawab untuk melindungi setiap anggota timnya.

"Dalam konteks ini, kami menyatakan dukungan penuh kepada kapten tim kami, Marc Klok, yang telah menyampaikan secara tegas bahwa dirinya tidak pernah melakukan tindakan rasisme sebagaimana yang dituduhkan," kata pernyataan resmi yang disampaikan manajemen Persib Bandung Bermartabat, seperti dikutip dari laman klub Persib.

Berikut petikan pernyataan resmi Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat soal tuduhan rasisme yang dilayangkan manajemen Bhayangkara FC:

Sebagai klub sepakbola profesional, PERSIB berdiri tegak dalam menjunjung tinggi nilai integritas, sportivitas, dan penghormatan terhadap keberagaman. PERSIB tidak mentolerir segala bentuk tindakan rasisme dalam kondisi apa pun.

Pada saat yang sama, PERSIB juga memiliki tanggung jawab untuk melindungi setiap anggota timnya. Dalam konteks ini, kami menyatakan dukungan penuh kepada kapten tim kami, Marc Klok, yang telah menyampaikan secara tegas bahwa dirinya tidak pernah melakukan tindakan rasisme sebagaimana yang dituduhkan.

PERSIB menegaskan bahwa setiap tuduhan serius harus didasarkan pada fakta dan bukti yang jelas. Oleh karena itu, kami mendorong agar proses yang berjalan dilakukan secara objektif, transparan, dan adil oleh pihak yang berwenang.

Kami mengajak semua pihak untuk menahan diri, tidak berspekulasi, serta tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah demi menjaga kondusivitas kompetisi dan ekosistem sepak bola Indonesia.
Demikian pernyataan ini kami sampaikan.
MANAJEMEN PT PERSIB BANDUNG BERMARTABAT

Marc Klok Bantah Tuduhan Rasisme

Bantahan tuduhan rasisme juga langsung disampaikan Kapten Persib Marc Klok. Dalam pernyataan resminya di laman klub Persib, Marc Klok membatah keras tuduhan manajemen Bhayangkara FC itu.

Berikut pernyataan bantahan Marc Klok:

"Saya dengan tegas membantah tuduhan rasisme yang ditujukan kepada saya. Penyebaran informasi yang tidak benar mengenai sesuatu yang tidak pernah terjadi merupakan hal yang tidak dapat diterima dan merugikan nama baik saya.

Sepanjang hidup, saya selalu menjunjung tinggi nilai rasa hormat, kesetaraan, profesionalisme, dan anti-rasisme.

Sepanjang karier saya, saya telah berbagi ruang ganti dengan pemain dari berbagai latar belakang, budaya, dan kebangsaan. Rasa hormat selalu menjadi nilai utama bagi saya, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Orang-orang yang mengenal saya, termasuk rekan setim, pelatih, dan orang-orang terdekat, mengetahui siapa saya dan nilai-nilai yang saya pegang.

Satu hal yang pasti, saya selalu memimpin dengan memberi teladan.
Saya telah berbicara dengan beberapa pihak dari Bhayangkara Presisi Lampung FC, baik selama maupun setelah pertandingan, untuk memahami situasi yang terjadi serta mengklarifikasinya dengan sikap hormat dan tenang.

Saat kami mencetak gol menjadi 2-1, Henri Doumbia menahan bola alih-alih melanjutkan kick-off. Kami berusaha segera melanjutkan permainan untuk mengejar ketertinggalan. Saya mengatakan dengan jelas kepadanya, "Give me the ball back."

Kami kemudian membicarakan hal tersebut. Ia meminta maaf kepada saya karena sebelumnya mengira saya mengatakan kata "black".

Ia mengakui kesalahpahaman tersebut, begitu pula rekan-rekan setimnya dan pelatih mereka, yang memiliki hubungan baik dengan saya.

Namun, manajer mereka, Sumardji, yang tidak berada di dekat lapangan, terus menyebut saya sebagai rasis, baik di dalam lorong stadion, dekat ruang ganti, maupun di lapangan setelah pertandingan. Saya telah memintanya untuk berhenti dan menyampaikan bahwa saya merasa terluka atas tuduhan yang tidak benar tersebut.

Saya menilai perilaku ini telah melampaui batas sepak bola dan esensi dari permainan ini.

Saya mengharapkan adanya permintaan maaf resmi dari Bhayangkara Presisi Lampung FC atas kekeliruan dan kesalahpahaman yang merugikan nama saya, serta atas penyebaran tuduhan yang tidak benar."

Bhayangkara FC Laporkan Marc Klok ke Komdis PSSI

Sementara itu Manajemen The Guardians secara resmi melaporkan kapten Persib, Marc Klok, ke Komite Disiplin (Komdis) PSSI atas dugaan tindakan rasisme terhadap bomber asing mereka, Henry Doumbia.

Langkah hukum ini diambil menyusul viralnya video perdebatan panas di lorong pemain Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, sesaat setelah peluit babak pertama dibunyikan pada Kamis (30/4/2026).

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Sabtu (2/5/2026), manajemen Bhayangkara FC mengklarifikasi bahwa keributan antara Wahyu Subo Seto dan Marc Klok dipicu oleh aduan serius dari Henry Doumbia. Penyerang asal Pantai Gading tersebut mengaku menerima hinaan berbau rasis dari Klok di tengah pertandingan.

"Di akhir babak pertama, Henry Doumbia memberitahukan aksi rasis yang diterimanya kepada Wahyu Subo Seto sebagai kapten tim. Wahyu pun langsung mendatangi Marc Klok untuk meminta konfirmasi saat menuju ruang ganti," tulis pernyataan resmi klub.

Momen konfrontasi antar-kapten inilah yang terekam kamera dan menjadi perbincangan hangat netizen di berbagai platform media sosial.

Bhayangkara FC menegaskan bahwa mereka tidak akan menoleransi segala bentuk diskriminasi di dalam maupun di luar lapangan hijau. Segera setelah laga yang berakhir dengan skor 4-2 untuk kemenangan Persib tersebut usai, manajemen langsung bergerak melakukan prosedur pengaduan.(Ads)

Tinggalkan Komentar

1000 Karakter tersisa

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Iklan Banner Bawah