26
Februari 2026 03:07 WIB
NEWS 30 Kali Dilihat

Puluhan Siswa di Cimahi Diduga Keracunan usai Makan Menu MBG

Ade Rohana

Ade Rohana

Penulis

Puluhan Siswa di Cimahi Diduga Keracunan usai Makan Menu MBG
Wakil Wali Kota Cimahi saat memberikan keterangan kepada awak media, Rabu (25/2/2026) malam. Foto: istimewa

BIPOL.ID, KOTA CIMAHI – Puluhan siswa di Cimahi diduga keracunan usai menyantap menu makanan Bergizi Gratis (MBG), Rabu 25 Februari 2026.

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhistira bersama jajaran dan Forkopimda turun langsung meninjau para korban yang ditangani di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat, Jalan H.Amir Machmud Cimahi, untuk memastikan kondisi para siswa serta mengoordinasikan langkah penanganannya..

“Kami dari Pemerintah Kota dan seluruh jajaran bersepakat membuka posko malam ini yang dipusatkan di RSUD Cibabat,” ujar Adhitia kepada awak media, Rabu, (25/02/2026) malam di IGD RSUD Cibabat.

Sekolah yang siswanya dilaporkan mengalami gejala antara lain TK PGRI, TK Kartika, SD Cimahi Mandiri 4, Karang Mekar Mandiri 1, serta SMP 6

Berdasarkan laporan sementara, sebanyak 20 siswa dirawat di RSUD Cibabat, tiga siswa di Rumah Sakit Mitra Kasih, dan satu siswa di RS Dustira. Beberapa siswa telah diperbolehkan pulang setelah menjalani observasi.

“Alhamdulillah sejauh ini masih tertangani oleh RSUD Cibabat. Ada sekitar 20-an pasien, sebagian sudah pulang dan sebagian masih diobservasi. Kita pantau terus malam ini jika ada tambahan kasus,” jelasnya.

Pemkot Cimahi juga menyiapkan skema distribusi pasien ke rumah sakit lain apabila terjadi lonjakan kasus.

Adhitia mengungkapkan, begitu laporan dugaan keracunan diterima pada sore hari, Pemkot melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan langsung menginstruksikan sekolah agar menghentikan konsumsi MBG yang belum dimakan.

Instruksi penghentian disampaikan sekitar pukul 16.00–17.00 WIB sebagai langkah pencegahan.

“Kita minta makanan yang belum dikonsumsi agar tidak dimakan. Ini langkah preventif supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” tegasnya.

Ia menyebutkan, jika masih ada siswa yang mengalami gejala, diduga berasal dari makanan yang telah dikonsumsi sebelum instruksi penghentian diberlakukan.

Pemerintah Kota Cimahi saat ini masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab kejadian tersebut. Seluruh sampel makanan yang didistribusikan telah diamankan untuk diperiksa.

“Sampel yang dibawa semuanya, ada onigiri, apel, kurma, susu murni, dan telur rebus. Sedang diuji oleh laboratorium, nanti kita tunggu hasilnya,” kata Adhitia.

Terkait penyedia makanan atau SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi), Adhitia memastikan pihak pengelola telah dipanggil dan diberikan teguran awal.

“Yang jelas kami tegur terlebih dahulu kenapa sampai terjadi seperti ini. Selanjutnya kita serahkan ke laboratorium dan pihak yang sesuai mekanisme untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tandasnya.

Saat ini, Pemkot Cimahi menegaskan fokus utama adalah penanganan medis para siswa, sembari menunggu hasil uji laboratorium guna memastikan penyebab pasti dugaan keracunan tersebut. (*)

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Iklan Banner Bawah