BANDUNG, BIPOL.id — DPRD Kota Bandung mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk memperketat pengawasan distribusi pangan, baik di pasar tradisional maupun pasar modern. Upaya ini dinilai penting guna menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan akses pangan merata bagi masyarakat di tengah dinamika ekonomi global.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Bandung, Hj. Siti Marfuah, S.S., S.Pd., M.Pd menyampaikan bahwa secara umum harga pangan masih relatif stabil. Namun, terdapat indikasi penurunan daya beli masyarakat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pernyataan tersebut disampaikan berdasarkan hasil pemantauan langsung terkait harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Kosambi dan Yogya Sunda. Kegiatan ini turut dihadiri Anggota Komisi II DPRD Kota Bandung, Indri Rindani dan Eko Kurnianto W., S.T., M.Pmat., serta Wali Kota Bandung, M. Farhan.
Siti Marfuah juga menyoroti potensi aksi pembelian berlebihan (panic buying) akibat pengaruh isu global sebagai hal yang perlu diantisipasi secara serius.
“Ini menjadi perhatian kami di DPRD untuk disampaikan kepada Wali Kota, terutama terkait perkembangan isu global, termasuk dampak konflik internasional. Jangan sampai terjadi panic buying. Meski saat ini belum signifikan, pemerintah harus memastikan kondisi tersebut tidak terjadi di masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, transparansi data dari pengelola pasar sangat penting untuk mencegah praktik penimbunan barang, baik karena kepanikan maupun kepentingan tertentu. Pengawasan yang ketat diperlukan agar distribusi pangan tetap merata dan tidak merugikan masyarakat.
Karena itu, baik pasar tradisional maupun modern diharapkan rutin memperbarui dan melaporkan aktivitas pembelian dalam jumlah besar. Selain itu, Pemkot Bandung juga diminta segera melakukan sinkronisasi data terkait ketersediaan dan distribusi pangan, serta menggelar operasi pasar jika diperlukan.
Di sisi lain, edukasi kepada masyarakat terkait pola konsumsi yang bijak dan rasional perlu terus ditingkatkan guna menjaga stabilitas psikologis pasar dan mencegah kepanikan.
“Kami berharap Pemerintah Kota Bandung lebih responsif dalam mengambil langkah strategis untuk meningkatkan daya beli masyarakat, serta memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi dengan baik,” tutupnya. (ADV)