Bipol.id - Di tengah hiruk-pikuk dunia bisnis yang sering kali berorientasi pada keuntungan, sosok Julius Robinson menghadirkan pendekatan yang berbeda. Bagi pengusaha yang tinggal di kawasan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat ini, bisnis bukan sekadar soal angka dan omzet, tetapi juga tentang tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.
Pria kelahiran Palembang berusia 48 tahun ini telah lama menetap di Bandung sejak 1997 ketika datang untuk menempuh pendidikan di Universitas Kristen Maranatha. Setelah menyelesaikan studinya, Julius memilih membangun kehidupan dan usaha di kota ini. Kini ia tinggal bersama istri dan tiga anaknya di Villa Istana Bunga, Parongpong.
Namun di balik aktivitas bisnis yang dijalankannya, Julius dikenal sebagai sosok yang memiliki kepedulian kuat terhadap lingkungan. Baginya, keberhasilan usaha seharusnya juga memberikan manfaat bagi alam dan masyarakat sekitar.ngan daran itu mulai diwujudkan melalui berbagai program lingkungan sejak tahun 2016, ketika ia mendirikan Yayasan Equator Bumi Lestari. Melalui yayasan tersebut, Julius mulai menggerakkan kegiatan penanaman pohon di berbagai wilayah sebagai upaya sederhana untuk menjaga keseimbangan alam.
Seiring berjalannya waktu, kepedulian tersebut semakin terintegrasi dengan aktivitas bisnis yang ia jalankan. Melalui perusahaan peternakan ayam petelur PT Eggcologic Bumi Lestari, Julius memperkenalkan konsep bahwa setiap aktivitas usaha dapat memberikan kontribusi bagi lingkungan.
Salah satu program yang dijalankan adalah donasi pohon dari hasil penjualan telur. Setiap 100 kilogram telur yang terjual dialokasikan untuk penanaman satu pohon. Dari program sederhana ini, lebih dari 4.000 pohon telah ditanam di berbagai wilayah seperti Cisanti, Gunung Masigit, Lembang, hingga Bojongsoang.
Bagi Julius, menanam pohon bukan sekadar kegiatan seremonial. Ia percaya bahwa setiap pohon yang tumbuh akan menjadi warisan bagi generasi mendatang, memberikan udara yang lebih bersih serta menjaga keseimbangan ekosistem.
Kepeduliannya juga tidak berhenti pada isu lingkungan. Melalui usahanya, Julius secara rutin menyalurkan bantuan telur kepada panti asuhan, panti jompo, serta masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tersebut diberikan setiap minggu sebagai bagian dari upaya membantu pemenuhan gizi masyarakan.
Dalam beberapa kegiatan sosial, bantuan telur juga disalurkan kepada warga terdampak bencana serta keluarga yang membutuhkan tambahan asupan protein, khususnya bagi anak-anak.
Langkah kepedulian ini bahkan berkembang lebih luas melalui pendekatan teknologi. Julius bersama rekan-rekannya di dunia digital membangun ekosistem EGGMPIRE TOKEN (EGGM) yang memanfaatkan teknologi blockchain untuk mendukung kegiatan sosial dan lingkungan.
Melalui sistem tersebut, dana yang berasal dari komunitas dapat langsung dikonversikan menjadi aksi nyata seperti penanaman pohon dan bantuan pangan bagi masyarakat.
Sejumlah kegiatan telah dilakukan melalui program EGGM Climate & Social Action, salah satunya penanaman 1.000 pohon dan pembagian 500 kilogram telur kepada warga terdampak longsor di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Kegiatan serupa juga dilakukan di kawasan pesisir Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, melalui penanaman 1.000 pohon mangrove untuk membantu mengurangi dampak abrasi sekaligus menjaga ekosistem pesisir.
Sementara di kawasan Taman Air Bojongsoang, Kabupaten Bandung, sebanyak 1.000 pohon kembali ditanam sebagai upaya memperkuat ruang hijau di kawasan padat penduduk. Dalam kegiatan tersebut juga dibagikan bantuan telur kepada warga sekitar sebagai dukungan pemenuhan gizi masyarakat.
Bagi Julius Robinson, semua langkah tersebut adalah bentuk tanggung jawab moral sebagai pelaku usaha. Ia percaya bahwa keberhasilan bisnis seharusnya tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada lingkungan dan masyarakat.
“Setiap pohon yang ditanam adalah harapan bagi masa depan,” ujarnya suatu waktu.
Melalui langkah-langkah sederhana yang konsisten, Julius Robinson mencoba menunjukkan bahwa dunia usaha dapat berjalan seiring dengan kepedulian terhadap bumi.
Di tengah berbagai tantangan lingkungan yang semakin kompleks, sosok seperti Julius menjadi pengingat bahwa perubahan bisa dimulai dari satu langkah kecil — menanam pohon, berbagi pangan, dan menjaga bumi untuk generasi yang akan datang. 🌱